https://staipuimajalengka.ac.id/jurnal/index.php/int/issue/feedTA'LIM : The Islamic Religious Educational Journal2025-07-17T00:00:00+07:00Aay Farihah Hesyaaayfarihahhesya@gmail.comOpen Journal Systems<p>TA'LIM: The Islamic Religious Educational Journal adalah jurnal yang diterbitkan oleh STAI PUI Majalengka, dan dikelola oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). TA'LIM: The Islamic Religious Educational Journal hanya menerbitkan karya tulis asli (bukan plagiat) literatur dan penelitian lapangan terkait Pendidikan islam.</p>https://staipuimajalengka.ac.id/jurnal/index.php/int/article/view/146Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin pada Tema Suara Demokrasi di SMP Negeri 1 Majalengka2025-07-16T21:29:30+07:00Lizuar Arteria Andriantozuararteria@staipuimajalengka.ac.id<p>Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya penerapan kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka dan semakin berkembangnya perubahan zaman. Oleh karena itu dengan adanya kurikulum merdeka dimanfaatkan dengan penanaman karakter yang tercantum pada kelima sila pancasila kepada setiap peserta didik melalui beberapa dimensi yang ada pada proyek penguatan profil pelajar pancasila khususnya tema suara demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin pada tema suara demokrasi di SMP Negeri 1 Majalengka. Metode penelitian dalam peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian terdapat dua macam sumber data yakni data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini antara lain adalah: observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa SMP Negeri 1 Majalengka sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka dilaksanakan di kelas VII. Ada beberapa tahapan dalam mendesain projek penguatan profil pelajar Pancasila Dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin pada tema suara demokrasi, tahapan-tahapan tersebut antara lain: 1) Proses perencanaan projek yaitu dengan membentuk tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila, 2) Proses mengidentifikasi kesiapan sekolah dalam menjalankan projek, 3) Menentukan dimensi, tema, dan alokasi projek penguatan profil pelajar Pancasila, 4) Menyusun modul projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, 5) Tahap terakhir adalah pengembangan asesmen projek penguatan profil pelajar pancasila, asesmen terdiri dari dua jenis yaitu asesmen formatif dan asesmen sumatif. Penanaman pendidikan melalui proyek profil pelajar Pancasila Dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin yang diintegrasikan dengan suara demokrasi adalah langkah yang tepat. Selain menanamkan karakter juga menanamkan nilai-nilai budaya lingkungan sekitar.</p>2025-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 TA'LIM : The Islamic Religious Educational Journalhttps://staipuimajalengka.ac.id/jurnal/index.php/int/article/view/150Urgensi Pendidikan Karakter di Sekolah2025-07-16T21:52:29+07:00Lela Nurlailalelanurlaila777@gmail.com<p><a href="https://widehouse.co.th/">PG SLOT</a> karakter menjadi salah satu isu penting dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini. Artikel ini akan mengeksplorasi latar belakang, peran sekolah, tantangan, serta pendekatan dan strategi yang efektif dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Selain itu, <a href="https://r4shub.com/">R4shub</a> ini juga akan membahas peran guru dan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter, serta penguatan kurikulum dan kebijakan yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengkaji isu-isu pendidikan dan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Hasil penelitian membuktikan pentingnya pendidikan karakter dan bersifat urgen untuk diimplementasikan di <a href="https://www.pattayaholidayhomes.com/">PG SLOT</a> lembaga pendidikan di Indonesia sebagai jawaban atas tantangan zaman.</p>2025-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 TA'LIM : The Islamic Religious Educational Journalhttps://staipuimajalengka.ac.id/jurnal/index.php/int/article/view/147Moderasi Beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist2025-07-16T21:32:38+07:00Eman SulaemanE.Sulaeman@staipuimajalengka.ac.id<p>Moderasi beragama adalah moderatnya pemahaman dan amalan beribadah dalam beragama, seimbang tidak ekstrem dan berlebih-lebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Al-Quran dan Hadis sebagai kitab suci umat Islam mempunyai akar dan berpotensi besar mengajak umatnya untuk melakukan kekerasan dan teror terutama terhadap umat beragama lain. Dalam penelitiannya ini, penulis menggunakan metode tafsir maudhu’i yaitu mengangkat satu topik kemudian memilih beberapa ayat dan Hadis yang berkenaan dengan moderasi beragama kemudian menghubungkan dengan konteks-konteks yang terkait dengan masalah yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Quran dan Hadis tidak mengajak umat Islam untuk melakukan kekerasan, ekstrem dan berlebih-lebihan dalam beragama. Al-Quran dan Hadis menawarkan bahwa memahami dan mengamalkan agama harus melalaui jalur keseimbangan dan berada di jalan tengah sehingga agama terkesan ramah, lembut dan kasih sayang. Bahkan keseimbangan merupakan suatu keniscayaan termasuk pada hukum alam sebagai harmoninya kehidupan. Jika tidak demikian dunia ini akan hancur dan binasa.</p>2025-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 TA'LIM : The Islamic Religious Educational Journalhttps://staipuimajalengka.ac.id/jurnal/index.php/int/article/view/148Menanamkan Kepercayaan Diri sebagai Salah Satu Karakter Wirausaha2025-07-16T21:38:03+07:00Devi Ganjar Mustopadhearian23@gmail.com<p>Kepercayaan diri merupakan aspek fundamental yang mempengaruhi kesuksesan dan ketahanan seseorang. Mahasiswa yang memiliki kepercayaan diri yang kuat cenderung lebih berani mengambil risiko, mengelola stres dengan baik, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan diri, di antaranya adalah melalui program wirausaha yang diupayakan oleh Perguruan Tinggi sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa. Hal tersebut juga dilakukan oleh STAI PUI Majalengka melalui program kewirausahaan mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan karakter dan kepercayaan diri mahasiswa setelah mengikuti program kegiatan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan metode deskriptif analisis. Instrumen yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian ini adalah terdapat peningkatan kepercayaan diri pada diri mahasiswa setelah mengikuti program kegiatan kewirausahaan yang diadakan oleh STAI PUI Majalengka.</p>2025-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 TA'LIM : The Islamic Religious Educational Journalhttps://staipuimajalengka.ac.id/jurnal/index.php/int/article/view/149Meningkatkan Kesehatan Mental dengan Mencegah Perilaku Perundungan2025-07-16T21:42:34+07:00Aay Farihah Hesyaaayfarihahhesya@gmail.com<p>Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh Perundungan terhadap kesehatan mental, terutama pada siswa tingkat Sekolah Dasar. Perilaku Perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekitar dapat memberikan dampak terhadap mental, fisik dan pikiran siswa. Islam juga melarang perilaku perundungan sebagaimana terdapat dalam QS Al-Hujurat ayat 11. Kajian sekaligus pengabdian ini menggunakan salah satu metode penyuluhan, yaitu dengan mensosialisasikan dampak negatif perundungan terhadap kesehatan mental. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa perilaku perundungan terjadi karena keadaan fisik dan penampilan korban yang sedikit berbeda, sehingga menyebabkan terjadinya tindakan seperti menghina dan mengolok-olok dengan menjadikan hal tersebut sebagai bahan candaan. Anak-anak yang menjadi korban perundungan juga kerap memendam sendiri perasaan yang mereka rasakan tanpa berani melawan atau bercerita kepada orang yang lebih tua karena merasa takut tidak didengar.</p> <p>Perilaku perundungan dapat terjadi secara verbal (langsung) maupun nonverbal (tidak langsung). Perilaku perundungan secara verbal seperti mengganggu, mengancam, mempermalukan atau menyebarkan berita buruk tentang orang lain. Perundungan juga dapat terjadi di dunia maya yang memanfaatkan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, serta platform game online. Dampak yang ditimbulkan pada korban seperti depresi, menurunnya tingkat kepercayaan diri, kehilangan kemampuan bergaul dan lebih suka menyendiri, hingga memiliki keinginan untuk balas dendam. Dampak yang diperoleh oleh pelaku adalah merasa memiliki kekuasaan dan merasa memegang kendali serta semakin kehilangan rasa empati. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kognitif siswa terhadap bahaya tindakan perundungan dan pentingnya menjaga kesehatan mental.</p>2025-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 TA'LIM : The Islamic Religious Educational Journal